TANPA PENA
40 Hari dalam Rahasia

40 Hari dalam Rahasia

0 Menit Baca
0 Suka
0 Bab

Sinopsis

Satu-satunya ambisi Sellma, seorang mahasiswi Psikologi Islam yang introver dan penuh refleksi, adalah menemukan ketenangan batin dan keyakinan diri yang kokoh dalam setiap pilihannya, terutama mengenai cinta. Ia meyakini bahwa menjaga hubungannya dengan Mario, tetangga sekaligus sahabatnya, tetap di balik tirai rahasia adalah jalan terbaik untuk menghindari keramaian dunia dan menunda konfrontasi dengan nilai-nilai agama yang perlahan mulai ia dalami. Namun, hasratnya akan privasi yang mutlak ini berbenturan langsung dengan keinginan Mario yang lebih terbuka, menciptakan celah pertama dalam hubungan backstreet yang telah mereka jalani. Sellma bergumul dengan godaan kenyamanan status quo versus panggilan hatinya untuk menjalani hubungan yang diridhoi, sebuah pertarungan internal yang menguras energinya. Ketika keretakan mulai terlihat, semesta seolah menantang mereka dengan kehadiran Anjani, mahasiswi populer yang terang-terangan menunjukkan ketertarikan pada Mario, dan Rafiq, seorang senior religius yang simpatik, yang justru menaruh hati pada Sellma. Kehadiran dua orang ini memperkeruh situasi, memaksa Sellma dan Mario untuk menghadapi kecemburuan dan pertimbangan-pertimbangan baru yang menguji kedalaman komitmen mereka. Tekanan sosial dari teman-teman yang mulai curiga, ditambah dengan norma masyarakat yang tak terucap, semakin mempersempit ruang gerak Sellma, mendorongnya ke tepi jurang pilihan sulit antara mempertahankan rahasia yang semakin memberatkan jiwa atau membongkar kebenaran yang mungkin menghancurkan segalanya. Dalam rentang waktu empat puluh hari yang penuh gejolak batin, Sellma memulai perjalanan spiritual yang intens, mencari jawaban bukan hanya dari hati, tetapi juga dari tuntunan Illahi. Melalui renungan mendalam, doa, dan diskusi dengan figur-figur spiritual, ia berjuang menemukan makna sejati dari cinta, pengorbanan, dan penerimaan takdir. Akankah ia menemukan ketenangan yang dicari? Dan apakah 'rahasia' itu akan bertahan, atau justru pengungkapan adalah satu-satunya jalan menuju kedewasaan dan keikhlasan, bahkan jika itu berarti kehilangan Mario dalam bentuk yang ia kenal?

Menyiapkan draf pertama...

Memuat komentar...