Detik Purnama Keenam
Sinopsis
Seorang suami menikahi seorang gadis desa hanya demi sebuah misi rahasia yang ia emban, sebuah janji yang kelak akan menghancurkan fondasi kepercayaannya. Begitu misi itu dianggap selesai, niat untuk menceraikan sang istri terbesit di benaknya. Namun, takdir punya rencana lain; hatinya mulai berperang melawan akal sehat, menolak untuk melepaskan Arum, gadis desa yang polos namun kuat, terutama setelah mengetahui istrinya mengandung buah hati mereka. Bagas, sang suami, terjebak dalam dilema yang semakin rumit. Ia memilih menyembunyikan ikatan pernikahan mereka dari keluarga dan dunia mewah yang ia tinggali, menghidupi Arum dan anaknya, Langit, dalam kesederhanaan yang kontras dengan gemerlap kehidupannya yang lain. Enam tahun berlalu dalam bayang-bayang kebohongan, Arum dan Langit hidup dalam realitas yang Bagas ciptakan, jauh dari kemewahan yang seharusnya menjadi hak mereka. Hingga suatu sore yang pahit, takdir mempermainkan Arum. Secara tak sengaja, ia menemukan kebenaran yang kejam: Bagas adalah seorang pengusaha properti terkemuka di Jakarta, memiliki kehidupan glamor, fasilitas mewah, dan status sosial yang jauh di atas bayangannya selama ini. Dunia Arum hancur berkeping-keping. Ia merasa dibodohi, dikhianati, dan terluka amat dalam. Konflik besar tak terhindarkan, puncaknya adalah kalimat permintaan cerai yang Arum lontarkan, yang Bagas, dengan hati hancur namun penuh rasa bersalah, akhirnya mengiyakan. Kehidupan kemudian berjalan di jalur yang tak terduga. Arum dan Langit bangkit dari keterpurukan, membangun kehidupan baru yang lebih mandiri dan bermartabat, seolah melupakan Bagas yang telah menghancurkan mereka. Sementara itu, Bagas terperosok ke dalam jurang penyesalan yang tak berujung. Fantasi tentang kebahagiaan mereka yang hilang menghantuinya, mendorongnya untuk berharap bisa memperbaiki setiap kesalahan, setiap kebohongan yang telah ia lakukan. Novel ini adalah perjalanan tentang penebusan, tentang bagaimana sebuah cinta yang tumbuh di atas fondasi kebohongan harus dihancurkan terlebih dahulu untuk kemudian diuji, apakah ia mampu terlahir kembali dari abu kepercayaan yang telah mati.