R
Resonansi Darah
Sinopsis
“Bisa saja kau hanya bermimpi buruk, Crystal,” bisikku pada diri sendiri, mencoba menepis bayangan pria berjubah gelap yang mengklaim diriku, “Ini hanya akibat terlalu banyak tugas dan kafein.” Namun, setiap malam, mimpi itu datang lagi—seorang pria tinggi tegap berjubah, matanya yang menyala, dan bisikan posesif, "Milikku." Mimpi buruk itu terasa begitu nyata, seperti bayangan yang mengikuti Crystal Leonor, mahasiswi biomolekuler yang mencoba menjalani hidup normal sambil menyembunyikan kepekaan indranya yang abnormal.
Menyiapkan draf pertama...
Memuat komentar...